Pemko Payakumbuh Tegaskan UKW sebagai Benteng Jurnalisme Profesional di Tengah Maraknya Media Tak Terverifikasi

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Payakumbuh, Portalpcvnews.net — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menegaskan pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai instrumen utama dalam menjaga kualitas dan kredibilitas jurnalisme di tengah pesatnya kemunculan media baru serta maraknya penyebaran informasi tanpa verifikasi.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kurniawan Syah Putra, saat membuka pelaksanaan UKW yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Payakumbuh di Hotel Kondang, Jumat (12/12/2025).

Dalam sambutannya, Kurniawan menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pers saat ini, yakni menjamurnya akun dan media tidak kredibel yang memproduksi konten tanpa mengindahkan kode etik jurnalistik. Kondisi tersebut, menurutnya, menciptakan persaingan yang tidak seimbang bagi wartawan profesional yang tetap berpegang pada prinsip akurasi dan verifikasi.

“Di era arus informasi yang sangat cepat, hoaks dan disinformasi kerap menyebar lebih cepat daripada kebenaran. Di sinilah peran wartawan kompeten menjadi garda terdepan. Tanpa kompetensi, kita akan kalah oleh arus informasi liar yang justru merugikan masyarakat,” ujar Kurniawan.

Ia menilai, banyaknya pelaku media baru yang mengabaikan standar etik jurnalistik telah menimbulkan kerancuan di ruang publik. Masyarakat, kata dia, kerap kesulitan membedakan antara wartawan profesional dan pembuat konten yang tidak memiliki standar kerja jurnalistik yang jelas.

“UKW bukan sekadar menguji kemampuan menulis atau meliput, tetapi juga menegaskan integritas dan tanggung jawab moral seorang wartawan. Kompetensi adalah identitas yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Kurniawan juga menekankan bahwa hubungan antara pemerintah dan pers seharusnya bersifat saling menguatkan, bukan saling berhadapan. Namun ia mengakui, ketegangan kerap muncul ketika kebutuhan publik atas informasi cepat berhadapan dengan proses verifikasi data yang harus dijalankan pemerintah.

“Konflik informasi itu nyata. Wartawan membutuhkan kepastian data, sementara pemerintah memerlukan waktu untuk verifikasi. Wartawan yang kompeten akan mampu menyikapi situasi seperti ini secara profesional dan proporsional,” katanya.

Lebih lanjut, Pemko Payakumbuh, kata Kurniawan, membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan media yang kredibel dan profesional, namun tetap bersikap selektif terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan pers tanpa kompetensi yang jelas.

“Media yang sehat akan menjadi mitra strategis pembangunan. Sebaliknya, media tanpa kompetensi justru berpotensi menciptakan konflik baru di ruang publik,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Kurniawan berharap seluruh peserta UKW dapat lulus dan memperkuat kualitas jurnalisme, khususnya di Kota Payakumbuh. Ia menyebut UKW sebagai salah satu upaya strategis untuk mempersiapkan wartawan menghadapi kompleksitas “perang informasi” di era digital.

“Kompetensi adalah benteng utama. Wartawan harus menjadi agen perubahan yang membangun, bukan bagian dari masalah. Semoga UKW ini memberi manfaat besar bagi dunia pers dan masyarakat Payakumbuh,” pungkasnya.(Paul)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar