Jakarta, Portalpcvnews.net —Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban terdampak banjir bandang di Desa Upah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, hingga kini belum sepenuhnya rampung. Proses pengerjaan masih terus berlangsung dan para penyintas bencana belum menempati hunian tersebut.
Huntara yang dibangun dengan ukuran 4,5 meter x 4,5 meter per unit ini mengusung konsep hunian memanjang.
Dari pintu masuk utama, kawasan ini ditandai dengan gerbang bertuliskan Rumah Hunian Danantara, mencerminkan pendekatan penataan yang terkonsep dan terorganisasi.
Pada tahap pertama, area perkarangan yang telah selesai dikerjakan tampak dilengkapi pagar besi rendah sebagai pembatas antara parit dan jalan aspal lintas nasional.

Lingkungan sekitar hunian ditata dengan elemen taman, mulai dari hamparan rumput hingga deretan bunga dengan berbagai jenis, menciptakan suasana yang asri dan tertata.
Huntara ini terdiri atas sejumlah blok hunian dengan konstruksi lantai panggung yang menggunakan material tripleks tebal.
Setiap blok dilengkapi akses jalan penghubung, salah satunya bahkan telah dipasangi rumput sintetis.
Penataan antarblok dibuat saling berhadapan, menyerupai kompleks perumahan pada umumnya.

Setiap unit hunian telah dilengkapi fasilitas dasar, antara lain meteran listrik mandiri, dua tempat tidur, satu kipas angin, serta lemari plastik.
Di bagian depan masing-masing kamar, pot-pot tanaman disusun rapi sebagai elemen estetika, sementara beberapa kursi taman dengan model yang bervariasi disediakan untuk mendukung ruang interaksi penghuni.
Selain fasilitas hunian, kawasan huntara ini juga dibekali akses internet melalui jaringan WiFi gratis yang disediakan Telkom Indonesia.

Fasilitas pendukung lainnya meliputi klinik kesehatan, taman bermain anak, serta toilet umum terpisah untuk pria dan wanita, yang berada dalam satu kawasan perkarangan.

Meski pembangunan belum rampung dan belum dihuni, keberadaan fasilitas yang relatif lengkap ini menunjukkan upaya serius dalam menghadirkan hunian sementara yang layak, manusiawi, dan mendukung pemulihan sosial bagi para korban banjir bandang di Aceh Tamiang.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera menyelesaikan pembangunan agar huntara ini dapat segera difungsikan sesuai peruntukannya.(Yolan)


