Payakumbuh | Portalpcvnews.net — Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai Al-Qur’an melalui kegiatan keagamaan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda di tengah kompleksitas tantangan sosial dan derasnya arus informasi global.
“Khatam Al-Qur’an bukanlah akhir dari proses belajar. Justru ini adalah titik awal bagi anak-anak untuk terus mendalami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zulmaeta saat menghadiri kegiatan Khatam Al-Qur’an Masjid Al Mutawahidah Onom Kabaruah Talawi, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Rabu (21/01/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada panitia, para orang tua, serta seluruh peserta yang telah berperan aktif menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut. Ia menekankan bahwa keterlibatan keluarga, khususnya orang tua, menjadi faktor krusial dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembentukan karakter anak.
Zulmaeta juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi saat ini, terutama pesatnya perkembangan teknologi informasi yang dapat diakses secara bebas tanpa pengawasan yang memadai.
“Tantangan terbesar anak-anak hari ini adalah teknologi informasi. Orang tua harus bijak dan aktif dalam mengawasi serta mengontrol penggunaan teknologi agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam pengaruh negatif,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, dalam sambutannya saat penyambutan arak-arakan peserta di Balai Kota Payakumbuh, menegaskan bahwa penguatan iman dan ketakwaan merupakan solusi paling efektif dalam menangkal berbagai penyakit sosial yang mengancam generasi muda.
“Obat paling ampuh untuk menghadapi berbagai penyakit masyarakat seperti narkoba dan perilaku menyimpang adalah iman dan ketakwaan. Jika iman sudah kuat, maka berbagai penyakit sosial itu akan terkikis dengan sendirinya,” ujar Elzadaswarman.
Ia menilai kondisi sosial anak-anak dan remaja saat ini memerlukan perhatian serius, terutama kebiasaan masih berkeliaran pada waktu magrib yang seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan.
“Anak-anak yang kelak menjadi pemimpin masa depan masih banyak yang bebas berkeliaran saat senja. Tanpa pengawasan dan peran aktif orang tua, perubahan itu sulit terwujud,” katanya.
Elzadaswarman pun mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi magrib mengaji sebagai langkah konkret membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan dan teknologi.
“Kita berharap magrib mengaji kembali dibiasakan. Bentengi anak-anak kita dengan ilmu Al-Qur’an sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan akhlak generasi penerus,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Khatam Al-Qur’an Masjid Al Mutawahidah, Zamzami Dt. Jindo Kayo Nan Batuah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 53 peserta, terdiri dari 21 laki-laki dan 32 perempuan, yang seluruhnya berasal dari lingkungan Onom Kabaruah Talawi, Kelurahan Ompang Tanah Sirah.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemicu semangat bagi anak-anak untuk terus mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Zamzami.(P)


