Puluhan Tahun Luput dari Perhatian, SDN 11 Koto Tinggi Kini Direhabilitasi, Murid dan Guru Tak Lagi Kesulitan Mencari Toilet

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
2 Min Read

LIMA PULUH KOTA |Portalpcvnews.net – Kabar bahagia menyelimuti keluarga besar SDN 11 Koto Tinggi, tepatnya di kawasan Palangkitangan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Sekolah yang selama bertahun-tahun dinilai luput dari perhatian pembangunan pendidikan tersebut akhirnya mendapatkan rehabilitasi melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Perbaikan fasilitas sekolah ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat, para guru, serta peserta didik yang selama ini mendambakan lingkungan belajar lebih layak dan nyaman.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Endri Mulyadi, ST., M.T., menyampaikan bahwa rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, termasuk bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran dan perbatasan daerah.

Salah satu perubahan yang paling dirasakan manfaatnya adalah tersedianya fasilitas toilet atau WC sekolah. Sebelumnya, SDN 11 Koto Tinggi tidak memiliki fasilitas toilet yang memadai.

Kondisi tersebut membuat para murid maupun guru harus menempuh jarak sekitar 500 meter hanya untuk mencari toilet ketika membutuhkan.
Situasi ini tentu menjadi kendala tersendiri dalam menunjang aktivitas belajar mengajar, sekaligus menyangkut kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekolah.

Kini, setelah mendapatkan rehabilitasi,fasilitas toilet sudah tersedia sehingga kebutuhan dasar murid dan tenaga pendidik dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Masyarakat setempat menyambut gembira perbaikan tersebut. Harapan yang telah lama dinantikan akhirnya terwujud. Mereka merasa diperhatikan, terutama karena keberadaan sekolah yang berada di kawasan perbatasan dengan Kabupaten Agam selama ini membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Rehabilitasi SDN 11 Koto Tinggi menjadi bukti bahwa pemerataan pembangunan pendidikan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga harus menjangkau sekolah-sekolah di daerah terpencil dan perbatasan.

Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan murid dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman, para guru semakin bersemangat dalam menjalankan tugas, serta kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Lima Puluh Kota terus meningkat.

Bagi masyarakat Palangkitangan, rehabilitasi ini bukan sekadar perbaikan bangunan sekolah, melainkan jawaban atas kerinduan panjang terhadap fasilitas pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka.

 

(P/Tim) 

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar