Lima Puluh Kota |Portalpcvnews.net – Bimbingan Teknis (Bimtek) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 2026 resmi ditutup pada hari kedua pelaksanaan, Sabtu (1/8/2026), di Aula Hotel Shago Bungsu 1, Tanjuang Pati.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota ini diikuti oleh 65 guru Bimbingan dan Konseling (BK) jenjang SMP dari seluruh Kabupaten Lima Puluh Kota. Bimtek bertujuan memperkuat kompetensi guru BK dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Pada hari kedua, peserta mendapatkan penguatan materi dari tiga narasumber, yakni Endri Mulyadi, S.T., M.T., Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Delviati, M.Pd., Widyaprada BBPMP Provinsi Sumatera Barat, serta Mai Tiza Husna, S.Psi., M.Psi., CIT, Dosen UIN Imam Bonjol Padang.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, penguatan peran guru BK dalam menciptakan iklim sekolah yang positif, pencegahan perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan, serta pendampingan psikologis bagi peserta didik.
Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Endri Mulyadi, mengatakan bahwa guru BK memiliki posisi strategis dalam mewujudkan satuan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
“Melalui bimtek ini, kami berharap guru BK mampu menjadi penggerak dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan berpihak kepada peserta didik. Ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan di sekolah masing-masing sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Delviati menegaskan bahwa keberhasilan implementasi BSAN membutuhkan kolaborasi seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik hingga orang tua.
Mai Tiza Husna menambahkan, guru BK memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental peserta didik melalui komunikasi yang empatik, pendampingan yang tepat, dan penciptaan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter anak.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan dalam mengimplementasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di satuan pendidikan masing-masing, sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih kondusif, inklusif, serta mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu dan berkarakter.(P)


