Payakumbuh Perkuat Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an, 13 Santri Tahfiz Diwisuda di Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Payakumbuh |Portalpcvnews.net — Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis agama sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Penegasan itu disampaikan Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat menghadiri Wisuda Tahfiz dan Pelepasan Santri Kelas IX di Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum, Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Selasa (12/5/2026).

Dalam sambutannya, Elzadaswarman menyampaikan kebanggaan pemerintah daerah atas lahirnya para hafiz dan hafizah dari lingkungan pesantren. Ia menekankan bahwa capaian tersebut bukan semata prestasi akademik, melainkan bagian dari upaya menjaga nilai keberkahan di tengah kehidupan masyarakat.

“Kehadiran hafiz dan hafizah ini bukan hanya tentang capaian belajar, tetapi tentang menjaga nilai Al-Qur’an tetap hidup di tengah generasi muda. Kota Payakumbuh membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, namun tetap rendah hati dengan tuntunan Al-Qur’an,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, sebanyak 13 santri diwisuda dalam program tahfiz Al-Qur’an, sementara 32 santri kelas IX resmi dilepas setelah menuntaskan pendidikan jenjang MTs. Elzadaswarman menilai momen tersebut sebagai simbol keberhasilan pesantren dalam membina karakter, disiplin, dan ketekunan santri dalam menjaga hafalan di tengah aktivitas belajar formal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus pesantren yang dinilai konsisten membina generasi muda Payakumbuh. Pemerintah kota, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan dalam merancang program yang relevan dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Pesantren adalah mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi berakhlak dan berilmu. Sinergi ini akan terus diperkuat,” tegasnya.

Kepada para santri yang dilepas, Elzadaswarman berpesan agar tetap menjaga hafalan dan akhlak pesantren di mana pun melanjutkan pendidikan. Ia menilai tantangan masa depan membutuhkan kombinasi antara iman, ilmu, dan adab.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua LKAAM Kota Payakumbuh dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, bersama jajaran pengurus pesantren.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum, Zunijar Ibrahim, menjelaskan bahwa 32 santri kelas IX telah menuntaskan seluruh rangkaian ujian madrasah, praktik ibadah, serta evaluasi kepribadian sebagai bagian dari standar kelulusan pesantren.

Terkait wisuda tahfiz, ia menuturkan bahwa 13 santri yang diwisuda telah melalui proses seleksi ketat, mulai dari setoran hafalan harian, ujian kenaikan juz, hingga sidang tahfiz di hadapan dewan penguji.

“Tidak semua santri mampu mencapai target hafalan 1 hingga 5 juz. Mereka yang diwisuda hari ini adalah santri yang menunjukkan konsistensi dalam murajaah dan kedisiplinan menjaga hafalan. Kami berharap mereka menjadi duta Al-Qur’an di mana pun melanjutkan studi,” jelasnya.

Zunijar juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua santri atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantren dalam mendidik putra-putrinya, seraya berharap silaturahmi tetap terjalin setelah masa pendidikan berakhir.

Kegiatan ini menjadi penanda kuat bahwa pesantren di Payakumbuh tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pilar strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah dinamika perkembangan zaman.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar