171 Posyandu dan 47 UPKDK Jadi Basis Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Payakumbuh

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Payakumbuh |Portalpcvnews.net – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelayanan kesehatan primer dengan mengoptimalkan 171 Posyandu aktif dan 47 Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK) sebagai basis pelayanan kesehatan masyarakat.

Penguatan tersebut diarahkan untuk memastikan layanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat sakit, tetapi juga memperkuat upaya promotif dan preventif melalui pendekatan siklus hidup.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan, pembangunan kesehatan merupakan investasi mendasar dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, produktif dan berdaya saing.

“Pembangunan kesehatan merupakan investasi paling mendasar dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, produktif, dan berdaya saing,” kata Elzadaswarman di Payakumbuh, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, perubahan paradigma pembangunan kesehatan tersebut sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029 serta transformasi kesehatan nasional yang menempatkan penguatan pelayanan primer sebagai salah satu fokus utama.

Elzadaswarman menegaskan, pemerintah daerah perlu memastikan masyarakat tetap berada dalam kondisi sehat melalui penguatan pencegahan penyakit, promosi kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, transformasi digital, serta dukungan pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan.

“GERMAS bukan sekadar program milik pemerintah, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, budaya hidup sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga. Hal itu dapat dilakukan melalui aktivitas fisik secara rutin, konsumsi buah dan sayur, tidak merokok, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Penguatan pelayanan kesehatan primer juga dilakukan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Integrasi Layanan Primer (ILP) serta transformasi Posyandu yang kini memberikan pelayanan berdasarkan seluruh tahapan siklus kehidupan.

“Posyandu sekarang tidak hanya melayani ibu dan anak, tetapi bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat untuk deteksi dini penyakit dan edukasi kesehatan,” kata Elzadaswarman.

Posyandu Didorong Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Yanti mengatakan, transformasi pelayanan primer merupakan salah satu dari enam pilar transformasi kesehatan yang didorong Kementerian Kesehatan.

Ia menyebutkan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 turut memperkuat struktur pelayanan kesehatan primer melalui Puskesmas dengan dukungan tenaga kesehatan dan kader.

Menurut Yanti, penguatan Posyandu tidak semata-mata ditujukan untuk mendapatkan penghargaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

“Semoga dengan ini dapat menginspirasi kita semua untuk berbuat lebih baik dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

“Kadis Kesehatan dr.Yanti menambahkan, keberhasilan penguatan Posyandu membutuhkan dukungan berbagai aspek, mulai dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana hingga anggaran yang memadai.

Pelaksanaan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat juga perlu diintegrasikan dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan, seperti RT/RW Sehat, Dasa Wisma, PKK, Karang Taruna dan berbagai kegiatan masyarakat lainnya.

Dengan sinergi tersebut, keberadaan Posyandu dan UPKDK diharapkan semakin mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi masalah kesehatan sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri.

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar